daftar isi

recent Post

Selasa, 06 Desember 2011

Remajaku, Lingkunganmu Penuh Narkoba

Bencana narkoba selalu mengintai dan telah mencekeram kuat generasi muda Indonesia. Survey yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan sekitar 4,57% atau sebanyak 921 695 pelajar dan mahasiswa terlibat narkoba pada tahun 2010. Hal ini menunjukkan pada satu kelas sekolah atau kampus terdapat 2-5 Remaja sebagai pengguna narkoba. Apakah di antara mereka itu termasuk anak kita atau teman anak kita ? Bila pengguna narkoba adalah teman sekolah maka bukanlah tidak mungkin remajaku juga di bawah ancaman limgkungan yang penuh narkoba.
Survey sebelumnya Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, prevalansi penyalahgunaan narkoba dalam satu tahun 2009 lebih besar dibandingkan tahun 2010 sebesar 5,7 %, Sedangkan dari hasil survei BNN dan Universitas Indonesia (Ul) terhadap puluhan ribu pelajar dan mahasiswa di 33 provinsi selama kurun waktu tiga tahun terakhir, yakni 2006 - 2009, jumlah penyalahguna narkoba di lingkungan pelajar dan mahasiswa meningkat sebesar 1,4%. Angka rata-rata penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar SLTP ada sebanyak 4,2 %, SLTA 6,6 % dan mahasiswa 6,0 %.
Psikologis Remaja
Remaja adalah tahapan perkembangan transisi dari masa anak menuju ke masa dewasa. Masa remaja merupakan masa yang penuh dengan gejolak emosi, ego tinggi dan  konflik baik bagi remaja sendiri maupun bagi orang tuan dan lingkunganya. Kondisi tersebut sering membuat orang tua dan masyarakat ;lingkungan tidak menyadari sehingga menimbulkan kesalahpahaman antara remaja dengan orang tua. Juga sering terjadi konflik dan kesalahpahaman antara remaja dengan lingkungan sekolah dan lingkungan rumah tinggalnya. Untuk menghindari hal tersebut orang tua diharapkan memahami perkembangan remajanya beserta berbagai permasalahan yang menyertai pada masa perkembangan tersebut.
Keinginan dalam penyalahgunaan zat dan narkotika ternyata menyangkut keinginan yang berhubungan dengan keadaan remaja yang berkaitan dengan aspek fisik, psikologis, mental-intelektual dan interpersonal.
Faktor penting yang mempunyai hubungan erat dengan kondisi penyalahgunaan narkoba adalah faktor sosial kemasyarakatan. Faktor sosial kemasyarakatan biasanya tidak terlepas dari masalah keluarga. Permasalahan keluarga yang sering adalah konflik orangtua, perceraian orang tua, keluarga yang berpindah-pindah, orang tua yang jarang di rumah dan sebagainya. Faktor lain yang memainkan peranan penting yaitu faktor lingkungan atau interaksi antara pengaruh lingkungan dan kondisi psikologis remaja.
Gejala Dini Penyalahgunaan Narkoba
Seringkali orangtua terlambat mengetahui bahwa anaknya terlibat dalam narkoba. Hal ini terjadi karena dalam mengenali tanda dan gejala penyalahgunaan narkoba pada remaja.
Ciri-ciri umum remaja pengguna narkoba adalah susah diajak bicara, mulai sulit untuk diajak terlibat dalam kegiatan keluarga, mulai pulang terlambat tanpa alasan, mudah tersinggung dan mulai berani bolos
Sedangkan ciri-ciri fisik penyalahgunaan narkoba pada remaja dapat dilihat dari perubahan fisik dan lingkungan Sehari-hari. Ciri-ciri fisik dan lingkungan itu adalah jalan sempoyongan, bicara pelo, tampak terkantuk-kantuk, kamar tidak mau diperiksa atau selalu terkunci, sering menerima telepon atau tamu yang tidak dikenal, ditemukan obat-obatan, kertas timah, jarum suntik, korek api di kamar / di dalam tas. Hal lain adalah terdapat tanda-tanda bekas suntikan atau sayatan dibagian tubuh. Di lingkungan rumah sering kehilangan uang/barang di rumah dan remaja mengabaikan kebersihan diri
Perubahan Perilaku Sosial yang harus dicermati pada pengguna adalah menghindari kontak mata langsung, berbohong atau manipulasi keadaan, kurang disiplin, bengong atau linglung, suka membolos, mengabaikan kegiatan ibadah, menarik diri dari aktivitas bersama keluarga, ering menyendiri atau bersembunyi di kamar mandi, di gudang atau tempat- empat tertutup
Perubahan psikologis yang terjadi pada remaja pengguna narkoba adalah malas belajar, mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi
Dampak
Dampak yang ditimbulkan narkoba dapat meliputi dampak sosial, psikologis dan dampak kesehatan. Dampak sosial biasanya disertai dengan dampak  psikologis berupa  emosi yang tidak terkendali, kecenderungan berbohong, tidak memiliki tanggung jawab, hubungan dengan keluarga, guru dan teman serta lingkungannya terganggu, cenderung menghindari kontak komunikasi dengan orang lain, merasa dikucilkan atau menarik diri dari lingkungan. Dampak lain adalah tidak peduli dengan nilai atau norma yang ada, cenderung melakukan tindak pidana kekerasan
Dampak kesehatan narkoba sangat banyak mulai dari yang ringan sampai yang mengancam jiwa. . Gangguan pada sistem saraf seperti kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yang bisa menyebabkan kematian
Pencegahan
Di dalam upaya pencegahan terbaik adalah dengan menghindarkan dari lingkungan yang tidak baik dan diarahkan ke suatu lingkungan yang lebih membantu proses perkembangan jiwa remaja. Upaya lain adalah membantu remaja dalam mengembangkan dirinya dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. Tujuan dari suatu perkembangan remaja secara umum adalah merubah pola pikir, sikap dan perilaku dari dunia kekanak-kanak menjadi cara yang lebih dewasa. Pola pikir, sikap dan perilaku kekanak-kanakan seperti mementingkan diri sendiri, selalu menggantungkan diri pada orang lain, menginginkan pemuasan segera, dan tidak mampu mengontrol perbuatannya, harus diubah menjadi mampu memperhatikan orang lain, berdiri sendiri, menyesuaikan keinginan dengan kenyataan yang ada dan mengontrol perbuatannya sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Untuk itu dibutuhkan perhatian dan bimbingan dari pihak orang tua. Orang tua harus mampu untuk memberi perhatian, memberikan kesempatan untuk remaja mencoba kemampuannya.
Untuk mendapatkan kebebasan emosional, remaja mencoba merenggangkan hubungan emosionalnya dengan orang tua. Remaja harus dilatih dan belajar untuk memilih dan menentukan keputusannya sendiri. Usaha ini biasanya disertai tingkah laku memberontak atau membangkang. Dalam hal ini diharapkan pengertian orang tua untuk tidak melakukan tindakan yang bersifat memaksa dan menekan, tetapi harus memberikan dorongan dan teladan.
Dalam mencapai perkembangan optimal, remaja harus belajar bergaul dan berkomunikasi dengan berbagai lingkungan dan semua orang, baik teman sebaya atau tidak sebaya, maupun yang sejenis atau berlainan jenis. Adanya kendala dalam hal ini dapat menyebabkan remaja hanya memilih satu lingkungan pergaulan ekslusif atau suatu kelompok tertentu. Keadaan lingkungan seperti ini beresiko jatuh ke tindakan penyalahgunaan narkoba. Solidaritas remaja biasanya mempunyai ketergantungan dan ikatan yang erat dengan kelompoknya. Remaja harus memiliki loyalitas yang seimbang terhadap teman, orang tua dan tujuan hidupnya.
Perkembangan sosial dan psikologi remaja yang rawan atau sangat emosional sangat  mudah disalahgunakan adalah dalam pembentukan identitas diri. Dalam keadaan seperti ini segala norma dan etika harus menjadi suatu bagian dari dirinya dan merupakan pegangan atau falsafah hidup yang dapat dijadikan pegangan dalam menghadapi godaan dan tantangan kehidupan.
Ajaran agama dan pemahaman ajarannya harus dirumbuhkan sebagai landasan moral yang kuat bagi rtemaja. Pelaksanaan ibadah yang tekun dan khusuk adalah tindakan utama dalam pencegahan godaan dan rayuan narkoba.
Untuk mendapatkan norma dan etika tersebut diperlukan tokoh idola yang menurut penilaian remaja dapat ditiru di dalam meraih kesuksesan kehidupannya. Orang tua memegang peranan penting dalam proses identifikasi ini, karena mereka dapat membantu remajanya dengan menjelaskan secara lebih mendalam mengenai peranan agama dalamtujuan  kehidupan. Untuk dapat dijadikan tokoh identifikasi, tokoh tersebut harus menjadi kebanggaandan panutan  bagi remaja. Tokoh idola itu dapat saja berupa orang tua sendiri atau tokoh lain di dunia atau dalam cerita fiksi.
Kegiatan tanpa tujuan harus diisi dengan pemanfaatan waktu luang berupa aktifitas yang berkualitas seperti olahraga, seni, organisasi remaja dan berbagai hobi dan kegiatan bisnis remaja. Aktifitas yang menarik yang sesuai dengan minat dan bakat anak bukan hanya menciptakan prestasi tetapi juga dapat menghindari dari bujukan maut narkoba. Waspadalah selalu anakku lingkunganmu penuh narkoba. Jangan terbujuk sekalipun oleh rayuan narkoba. Meski hanya sekali engkau mencoba, maka seumur hidupmu akan menjadi taruhannya.

Related Post



Komentar :

ada 0 komentar ke “Remajaku, Lingkunganmu Penuh Narkoba”

Poskan Komentar

Tutorial Blog

Arsip Blog

Labels

Recent Comments

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

luv

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by InFoGauL